Pages

Sabtu, 13 Agustus 2011

Ingiiiiiiiiiiiiiiin sekali mengatakan itu kepadamu, tapi pasti kamu hanya tertawa. aku hafal sekali reaksi-reaksi yang akan kamu lakukan ketika aku berbicara. setelh sekian lama kenapa baru sekarang kamu menjadi luar biasa, seandainya beberapa tahun yang lalu kamu menunjukan luar biasamu pasti aku berani mengatakan itu. Sekarang aku tidak akan pernah berani mengatakannya, sekarang cukuplah menikmati luar biasamu.
[Would you be my biru??] biar kalimat itu mengambang dalam otakku, sampai pada akhirnya mungkin aku akan ada beani mengungkapkannya suatu saat nanti. Biru seperti yang selama ini tertanam dalam otakku, bahwa biru itu menyenangkan, bahwa biru itu menenangkan, bahwa biru itu adalah bahagia, biru yang akan selalu menjadi prioritasku, biru yang tidak akan pernah kuletakkan dan tetap berharap biru itu kamu.

*selalu ada biru yang berbeda dari sosok yang berbeda pula [itu katamu]
Kata kesukaanku ketika aku sedang sedih, kecewa, marah, dan segala perasaan tidak enak yang sedang melandaku. Sepertinya terkesan melarikan diri dan tidak menyelesaikan masalah yang menimbulkan perasaan tidak enak itu tapi percaya atau tidak aku merasa jauuuuuh lebih baik ketika melakukannya. Sedih, marah, dan kecewaku terlupakan tidak perlu berlarut-larut dengan segala rasa yang mengganggu itu. Aku tidak melarikan diri, hanya melupakannya sebentar menenangkan hatiku, karena aku bukan tipikal orang yang mengekspresikan rasa itu secara terbuka. Sedih, marah, dan kecewa yang terjadi pasti terjadi karena suatu alasan, untuk mengerti alasan itu aku kadang memerlukan waktu, memerlukan jeda untuk mengerti. Selama jeda itu sebenarnya aku tidak benar-benar melupakan dan meninggalkan masalah. Yaaah begitulah, sejenak saja melupakan untuk menyelamatkan hati.
 
Copyright (c) 2010 biru itu kamu. Design by Wordpress Themes.

Themes Lovers, Download Blogger Templates And Blogger Templates.